dhht@apps.ipb.ac.id (0251) 8621285

Blog

Mahasiswa Departemen Hasil Hutan Berpartisipasi dalam Menghadiri Kuliah Umum Menteri Kehutanan dan Lingkungan : Forestry Update Course (FUCo)

Berita

Mahasiswa Departemen Hasil Hutan Berpartisipasi dalam Menghadiri Kuliah Umum Menteri Kehutanan dan Lingkungan : Forestry Update Course (FUCo)

“Kehutanan dan Lingkungan Hidup Indonesia dalam Perspektif Global/Internasional”.

Rabu, 4 Oktober 2023, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB sekaligus Ketua Forum Pimpinan Lembaga Pendidikan Tinggi Kehutanan Indonesia (FOReTIKA) Prof. Naresworo Nugroho, Kepala BRGM Hartono, dan Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Hanif Faisol Nurofiq, secara bersama meresmikan Forestry Update Course (FUCo) di depan sekitar 2000 mahasiswa kehutanan seluruh Indonesia. Mahasiswa Departemen Hasil Hutan IPB termasuk didalamnya.

Peresmian Forestry Update Course (FUCo)

Selepas sambutan pembukaan yang disampaikan oleh Ketua FOReTIKA Naresworo Nugroho, Menteri LHK Siti Nurbaya memberikan kuliah perdana Forestry Update Course (FUCo) dengan judul “Kehutanan dan Lingkungan Hidup Indonesia dalam Perspektif Global/Internasional” di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Kuliah umum ini merupakan pengintegrasian kebijakan-kebijakan LHK ke dalam pembelajaran kurikulum merdeka belajar pada prodi kehutanan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Foto besama Ibu Menteri LHK dan Bapak Dekan serta Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB

Harapan Ibu Menteri setelah memberikan kuliah umum FUCo tersebut adalah para mahasiswa kehutanan Indonesia dapat memperoleh informasi terkini serta dapat menyumbangkan sejumlah catatan pemikirian objektif dan konstruktif untuk kemajuan pembangunan kehutanan dan lingkungan di Indonesia. Dalam memfasilitasi hal ini, Ibu Menteri pun siap menugaskan para Dirjen terkait dengan sektor kehutanan untuk dapat menerima mahasiswa kehutanan dalam kegiatan magang atau praktikum, agar mahasiswa dapat terus belajar dari berbagai sumber, sebagai bagian dari konsep Merdeka Belajar yang diharapkan oleh DIKTI Kemdikbud.

Selaras dengan hal tersebut Ketua FOReTIKA, Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB, Prof. Dr. Naresworo Nugroho, juga mengungkapan bahwa perkembangan terkini sangat penting untuk dapat dipahami masyarakat luas, terlebih oleh dunia akademisi. Beliau mencontohkan Program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 yang perlu mendapatkan dukungan luas dari stakeholder sektor kehutanan dan lingkungan tidak terkecuali akademisi karena merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca, mengendalikan perubahan iklim yang terjadi serta dampaknya.

“Dinamika perkembangan kebijakan kehutanan perlu diketahui oleh semua pihak tidak terkecuali kalangan akademisi sebagai lembaga yang bertugas menghasilkan rumusan dan IPTEK bidang kehutanan. Oleh karenanya sosialisasi kebijakan dan teknis pengelolaan hutan dan kehutanan terbaru sangat penting untuk dilakukan ke lingkungan kampus dan menjadi salah satu pilihan mempercepat terjadinya kesamaan persepsi dan pemahaman,” tuturnya.

Tujuan umum FUCo adalah untuk penyelenggaraan kuliah umum tentang kebijakan dan isu kehutanan terkini untuk mahasiswa prodi kehutanan di Perguruan Tinggi anggota FOReTIKA sebanyak 62 prodi kehutanan seluruh Indonesia dan menghadirkan pengajar dari berbagai kalangan sebagai narasumbernya. Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB sendiri yang mengirimkan sedikit 143 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Umum FUCo tersebut telah aktif menjawab atas pertanyaan yang dilontarkan oleh panitia selepas kuliah dari Ibu Menteri.

Sebagai bagian isi dari kuliah umum FUCo tersebut, Ibu Menteri menyebutkan beberapa isu strategis yang dipandang sangat penting dalam pengelolaan hutan, di antaranya:

  • Pengelolaan Berbasis Lanskap;
  • Lingkungan Hidup;
  • Perubahan Iklim;
  • Pengelolaan Berbasis Spasial (Keruangan);
  • Deforestasi;
  • Kebakaran Hutan Dan Lahan;
  • Pengelolaan Gambut;
  • Pengelolaan Mangrove;
  • Green Economy.

Kuliah umum ini diharapkan dapat bermanfaat guna:

  1. Pembaharuan pengetahuan mahasiswa maupun dosen tentang isu kebijakan dan praktik pengelolaan hutan dan kehutanan terkini.
  2. Menjadi jembatan antara kebutuhan pengguna dan kompetensi lulusan kehutanan.
  3. Menjadi pendorong terjadi pembaharuan dan penyesuaian pengembangan iptek bidang kehutanan yang mengantisipasi kebutuhan di lapangan.
  4. Mendorong terjadinya keselarasan pengetahuan antara kampus, akademisi, dengan regulasi maupun industri, praktisi, media, dan lembaga masyarakat madani di bidang kehutanan.

Terdapat empat belas perkuliahan umum yang akan disampaikan oleh para pemangku kebijakan bidang kehutanan, Pejabat Tinggi Madya KLHK, para ahli dan praktisi bidang kehutanan, yang dilaksanakan kurang lebih selama 8 pekan selama Oktober-November, pada periode semester ganjil tahun ajaran 2023/2024.

Sumber:
menlhk.go.id
www.ppid.menlhk.go.id